Indonesia memiliki potensi yang luar biasa di bidang perikanan, khususnya pada perikanan air tawar. Seiring meningkatnya permintaan pasar beberapa masyarakat mulai membudidayakan beberapa ikan jenis tertentu, baik itu ikan hias maupun ikan yang dapat dikonsumsi.
Kegiatan Pengabdian kali ini dilakukan oleh Dosen Bisnis Digital Universitas Perintis Indonesia, yang diketuai oleh Elsa Widia, S,E, M.Si, Sri Mona Octafia, S.E,M.M, Yosi Kurnia S.E, M.Si, Ak. Tema pengabdian terfokus pengenalan produk olahan, Digital Marketing, dan Brand Awareness, serta Pembukuan Terorganisir kepada para peternak ikan hias maupun ikan lele yang berada di Kelurahan Aia Pacah Kota Padang.
Pengabdian ini pada dasarnya memberikan pelatihan mengenai strategi pengembangan bisnis. Pada tahap awal diberikan pelatihan berupa materi tentang pengolahan produk ikan lele untuk menambah nilai jual produk.
Ketua pengabdian Elsa Widia mengungkapkan, pada dasarnya permintaan ikan lele tergantung kepada permintaan pasar. Namun kadangkala peternak mengalami masalah ketika ukuran ikan lele melebihi permintaan pasar. Para peternak harus mencari cara lain untuk memasarkan ikan tersebut dan seringkali menjualnya dengan harga di bawah pasar.
Tim pengabdian kemudian memberikan beberapa solusi terkait permasalahan tersebut yaitu membuat produk dari olahan ikan lele. Produk olahan dapat diversifikasi menjadi daging fillet, siomay, nugget, bakso, abon, atau kerupuk yang dapat dipasarkan dalam bentuk frozen food. Ketika masyarakat mulai memasarkan produk olahan, hal ini akan menimbulkan nilai tambah dan tentu saja bisa meraup keuntungan yang lebih besar.
Kemudian pada tahap kedua ditujukan kepada masyarakat peternak ikan lele dan ikan hias mengenai pemasaran menggunakan digital marketing. Ketua tim Sri Mona Octafia mengungkapkan, Digital Marketting merupakan strategi yang digunakan untuk meningkatkan penjualan produk. Apalagi strategi Digital Marketing yang digunakan oleh brand itu sendiri, dengan tujuan menjadi peternak ikan hias lokal yang mampu bersaing sehingga masyarakat Indonesia mengenal dan mengetahui produk yang dihasilkan oleh Komunitas Peternak Ikan Lele maupun ikan hias.
Aspek Digital dalam membangun Brand Awarness sebagai upaya menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan masyarakat Indonesia tentang bagaimana Komunitas memasarkan produknya mulai dari Digital Marketing dan Social Media yang digunakan untuk membangun Brand Awarness (kesadaran merek).
Pada Tahap ke tiga pelatihan dilengkapi dengan strategi pembukuan untuk memaksimalkan kinerja bisnis. Ketua pengabdian Yosi Kurnia mengungkapkan, walaupun peternak sudah menguasai strategi pengolahan dan pemasaran, namun strategi tersebut belum maksimal jika belum memaksimalkan pencatatan keuangan yang terorganisir.
Membangun bisnis yang kuat dan besar tentunya membutuhkan banyak hal penting, salah satunya adalah sistem pencatatan keuangan yang benar untuk mencatat setiap transaksi yang dilakukan. Dengan menyusun catatan keuangan yang sistematis, tentunya para pelaku bisnis dapat melihat sekaligus menganalisa perputaran modal dan mengambil langkah saat terjadi penyimpangan dari rencana yang sudah dicanangkan sebelumnya.
Dalam praktiknya Dosen di Program Studi S1 Bisnis Digital melakukan beberapa pelatihan dalam membanguan dan mengembangkan bisnis. Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat khususnya peternak ikan lele maupun ikan hias.
Kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi peternak ikan lele untuk mulai mengembangkan produk olahan, memasarkan dengan digital marketing melalui Brand Awarness, dan strategi pembukuan. Ketiga strategi ini merupakan poin utama dalam membangun dan mengembangkan bisnis.
Ke depannya diharapkan Tim Pengabdian Bisnis Digital yang terdiri atas; Elsa Widia, S,E,M.Si, Sri Mona Octafia, S.E,M.M, Yosi Kurnia, S.E,M.Si, Ak, Rio Andika Malik, S,Kom, M.Kom, Dwipa Junika, S,Kom, M.Kom, Drs, Nofriadi, M.M dan Rafnelly Rafki, S.E, S.H, MBA, M.Kn, mampu melakukan pendampingan dalam hal bisnis online dengan membuat beberapa toko online baik dalam e-commerce maupun sosial media.(*)


